Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label TokyoWalkJalan2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TokyoWalkJalan2. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Bertemu Buddha di KAMAKURA


Saat jogging berlari di hutan dan perbukitan kota kuno KAMAKURA di Kanagawa Prefecture, 50 km dari kota Tokyo, Komang Jepang terkejut.  Ada patung Buddha besar menjulang setinggi 13 m duduk bersila dengan 'murda' (pose tangan)meditasi. 
Patung Besar Buddha atau DAIBUTSU ini merupakan patung perunggu AMIDA Buddha. Dibuat pada thn 1252 saat KAMAKURA menjadi ibukota pemerintahan Jepang di jaman Kamakura Period (1185-1333) dibawah SHOGUN Minamoto Yoritomo. 

Ada JENDELA di punggungnya ada BURUNG di kepalanya
Konon pada awalnya berada di dalam bangunan Kuil. Tapi bangunan Kuil  beberapa kali hancur oleh bencana alam badai, angin topan, tsunami dan gempa bumi besar di abad 14 dan 15. Patung Buddha-nya sendiri masih utuh. Sakti juga. Sehingga sejak tahun 1495 Patung Besar AMIDA Buddha DAIBUTSU ini duduk tegak di luar beratap langit....... 


Senin, 06 Agustus 2012

Jogging Di KAMAKURA

Hari Minggu bosan tidur2an di rumah, Komang Jepang pergi JOGGING ke daerah KAMAKURA. 
KAMAKURA merupakan kota tua,  ibukota lama Jepang pada jaman KAMAKURA JIDAI atau Kamakura Period (1185-1333) saat pemerintahan KAMAKURA BAKUFU dibawah SHOGUN Minamoto Yoritomo. Terletak di KANAGAWA Prefecture, 50 km dari Tokyo. Sekarang merupakan daerah tujuan wisata dengan Kuil2 Buddha antik, obyek2 wisata, DAIBUTSU (Patung Besar AMIDA BUDDHA) dan penginapan2. 
Kota Kamakura diapit oleh pantai dan bukit dengan hutan2 tempat  HIKING dan Jogging dengan sejumlah HIKING TRAIL atau route HIKING naik turun bukit keluar masuk hutan menghubungkan obyek2 wisata satu dengan yang lain. 


Beberapa route HIKING memiliki pemandangan indah kota dan pantai dari atas bukit. Cukup melelahkan sebab lumayan terjal di beberapa tempat.  Apalagi Komang Jepang bukannya HIKING tapi nekat JOGGING berlari naik turun bukit terjal keluar masuk hutan kota kuno KAMAKURA sampai napasnya Senin Kemis................. 

Selasa, 31 Juli 2012

KITA ARUPUSU Japan Alps

KITA ARUPUSU North Alps
KITA ARUPUSU atau North Alps adalah bagian dari pegunungan JAPAN ALPS yang membelah Pulau Honshu, Jepang dengan ketinggian 2000-3000 m.
KITA ARUPUSU atau North Alps atau disebut juga HIDA Mountains terletak di NAGANO Prefecture, TOYAMA Prefecture dan GIFU Prefecture. Sebagian kecil juga memanjang hingga NIIGATA Prefecture.

Puncak2 gunung utamanya adalah :
Mt.HOTAKA (3190 m)
Mt. YARI (3180 m)
Mt. NORIKURA (3026 m)
Mt. TATE (3015 m)
Mt. TSURUGI (2999 m)
Mt. SHIROUMA (2932 m)
Mt. NOGUCHIGORO (2924 m)
Mt. KASHIMAYARI (2889 m)
Mt, TSUBAKURO (2763 m)

Route Pendakian dari Mt. Tsubakuro ke Mt. Yari sepanjang North Alps disebut OMOTE-GINZA (=Main Street).
Pemandangan ke arah OMOTE-GINZA dari Puncak Mt. TSUBAKURO

Camp Mt.Tateyama
Mt.Tsurugi

Kamis, 26 Juli 2012

CAMPING di Gunung 1 : Mt. Tsubakuro, Nagano


Kebetulan ada libur 2 hari, Komang Jepang naik gunung. Mendaki Mt. TSUBAKURO   (TSUBAKURODAKE), 2763 m, yang terletak di Azumino, Nagano Prefecture. 
Mt Tsubakuro adalah salah satu puncak dari Pegunungan Alpens Utara (NORTHERN ALPS atau disebut juga HIDA MOUNTAINS) yg dalam bahasa Jepang disebut KITA ARUPUSU  yang terletak di Azumino, Nagano Prefecture. 
NORTHERN ALPS adalah bagian dari JAPAN ALPS.  Japan Alps merupakan deretan pegunungan tinggi (2000-3000m) yg terletak di NAGANO  Prefecture, TOYAMA Prefecture, GIFU Prefecture, YAMANASHI Prefecture, hingga SHIZUOKA Prefecture. 

Perjalanan ditempuh 4 jam dg Kereta Api dari kota Tokyo ke Kota TACHIKAWA di Utara sampai di Kota MATSUMOTO, lalu dg bus sampai di kaki gunung Mt. Tsubakuro, Nagano Prefecture. 
Start mendaki jam 12 siang.  BACKPACK (Ransel Gunung) Komang Jepang lumayan berat berisi perlengkapan 'anak gunung'.  Termasuk Kompor GAS, makanan, botol air minum,  SLEEPING BAG dan TENT (Tenda ) untuk menginap di puncak 1 malam.

Sebenarnya cuaca sejuk dingin tapi karena lereng terjal badan jadi panas berkeringat. Sehari sebelumnya hujan turun sehingga medan menjadi basah berlumpur. Tapi pemandangannya indah dg hutan pohon cemara dan pohon SUGI (Japanese Cypress). Banyak bertemu rombongan pendaki lain. 

Memang akhir2 ini HIKING dan mendaki gunung sedang menjadi 'trend'. Apalagi mendekati musim panas. 
Di tengah perjalanan Komang Jepang menemukan mata air dan sungai kecil. Botol minuman yg sudah kosong bisa diisi penuh2 lagi. 

Sekitar 5 jam mendaki kemudian sampai di puncak. Sudah jam 5 sore. Di Puncak ada 'YAMA GOYA' (=MOUNTAIN HUT atau penginapan model 'barak' tentara) yg dinamakan ENZANSOU yg berusia hampir 100 tahun (6000 yen per-malam). Tapi Komang Jepang pendaki 'kere' tak punya uang, jadi harus CAMPING berkemah di luar. 

Jam 6 cuaca mulai gelap. Komang Jepang buru2 mendirikan TENT (tenda).  
CAMPING berkemah bersebelahan dg tenda pendaki2 muda Jepang.   Puncak bersalju dan cuaca amat dingin. Area camping tak terlalu luas sehingga tenda2 berhimpitan. Sebagian  didirikan di atas salju. 
Jam 7 masak makan malam dg Kompor GAS mini. Menu-nya 'supermie' Instant Jepang dan sup kare instant panas2.

Jam 8 malam hujan turun. Angin bertiup keras. Komang Jepang harus tidur dalam cuaca dingin hujan angin di puncak gunung. Beruntung ada SLEEPING BAG. Tenda pasangan muda mudi Jepang di sebelah sedikit 'ramai' dengan suara cekikikan mencurigakan. Lagi pada ngapain sih. 

Karena kecapekan, akhirnya Komang Jepang bisa tidur pulas.
Jam 4 pagi Komang Jepang terbangun kedinginan kelaparan. Masak Supermie Instant lagi. Habis makan perut kenyang, Komang Jepang 'mengintip' keluar kemah...........Langit cerah biru pupus semburat warna kuning keemasan matahari terbit.  SUNRISE!  Komang Jepang duduk nongkrongin matahari terbit sambil mengkhayal..........
Pemandangan di puncak sangat indah dengan latar belakang puncak Mt. YARI.  
Mt. TSUBAKURODAKE merupakan  'pintu masuk' ke Pegunungan Alpen Jepang ( JAPAN ALPS). Route pendakian dari Mt. TSUBAKURO ke Mt YARI disebut OMOTEGINZA (=Main Street atau Jalan Utama).  Sebab merupakan route yg paling sering ditempuh untuk pendakian ke pegunungan JAPAN ALPS .
  
Setelah 1 jam 'patroli' sekitar puncak, Komang Jepang harus cepat2 turun gunung lagi agar tak ketinggalan bus pulang.  Sebab esok harinya harus kerja banting tulang lagi. 
'Turun gunung' sampai di bawah perut lapar lagi. Masak untuk makan siang. Menunya 'spaghetti'  mie Italia. Gampang. Rebus 5 mnt, tuangkan saos tomat, selesai. Mentang2 punya Kompor GAS Mini maunya masak mlulu.
'Toast' dengan ASAHI bir Jepang. 'Pesta' kecil merayakan 'kerja keras' 2 hari di gunung, sebelum pulang kembali ke 'peradaban'........ 


Minggu, 20 Mei 2012

Gunung Togakushi : The Hidden Door

Hutan pohon SUGI 
Saat Musim Panas yg lalu Komang Jepang mendaki gunung Mt. Togakushi (1904m), 20 km dari Nagano City, NAGANO Prefektur.  Nagano adalah daerah pegunungan. Merupakan bagian dari deretan pegunungan JAPAN ALPS yg memanjang dari Jepang Utara ke Jepang Selatan. 
Di kaki gunung Togakushi terdapat hutan pohon 'SUGI' (=Japanese Cheddar Trees) berusia 900 tahun-an. 
Pintu gerbang ke Kuil Okusha Jinja

Sejak dulu Gunung Togakushi menjadi tempat ber-ZIARAH dan training para BHIKSU pendeta Buddha. Mereka melakukan pendakian pelatihan mental dan ber-meditasi di gua2 di lereng gunung Togakushi.  Mungkin karena itu terdapat Kuil OKUSHA JINJA (Jinja=Kuil ShintoJepang) yg telah berusia ratusan tahun. 
AMATERASU Dewi Matahari, Drawing 25x45cm @Nyoman Yudhanegara

Nama Togakushi berarti 'Pintu Rahasia' (THE HIDDEN DOOR). Memiliki riwayat historis awal mula berdirinya negara Jepang. Konon dahulu Dewi Matahari AMATERASU ngambek ngumpet di Gunung Togakushi dengan Pintu Gua Rahasia-nya. 
Karena Dewi Matahari menghilang tentu saja dunia menjadi gelap gulita. Manusia2 penghuni Dunia tidak terima. Marah2, demo dan protes. Akhirnya 7 Dewa2 lain mengadakan sidang G-7 (God-Seven Summit)). 
Lalu dilakukan pencarian oleh Dewa Steve Jobs dg Apple GPS-Satellite Apps. Gua Rahasia Dewi Matahari di Gunung Togakushi ditemukan. Pintu Rahasia-nya di-dobrak. Dewi Matahari diseret keluar (sambil nangis2). Dunia menjadi terang kembali. Happy End. Begitu kisahnya.

Kobayashi ISSA

Keindahan alamnya konon membuat Penyair HAIKU (=Puisi Tradisional Jepang) Kobayashi ISSA (1763-1828) menetap di Gunung Togakushi untuk mencari inspirasi.
Nishina DAISUKE, pendiri aliran NINJUTSU (=NINJA Martial Arts) dahulu tinggal dan melakukan pelatihan NINJA Training di lereng2 Gunung Togakushi.
Mie SOBA Togakushi 

Penduduk sekitar Gunung Togakushi mempunyai tradisi membuat Mie 'SOBA' (=Japanese Buckwheat Noodles). Konon para calon BHIKSU Buddha yg melakukan latihan di Gunung Togakushi hanya makan sup tepung 'SOBA' yg terbuat dari biji bunga tanaman 'SOBA' yg mereka tanam di lereng Gunung Togakushi.  
Di Puncak Mt.Togakushi

Turun dari mendaki gunung, Komang Jepang kelaparan. 'Terpaksa' makan 'Mie Soba Togakushi' yg ternyata enak banget. Lalu 'terpaksa' menginap semalam di RYOKAN (=Penginapan Tradisional Jepang) di TOGAKUSHI VILLAGE yg ternyata amat nyaman (8000 yen plus Breakfast, Japanese Food). 

Minggu, 08 April 2012

Touring ke Pulau Kyushu

Hidup di negeri orang jauh dari kampung halaman memang bikin stress. Sebab itu, saat stress tak tertahankan lagi, Komang Jepang nekat jalan2 TOURING ber-sepeda motor ke Pulau KYUSHU, Jepang Selatan. 
Berdua dg 'Si Manis' yg bertindak sebagai navigator pembaca peta. Sebab Komang Jepang kagak ngarti peta dan rambu Jepang bertulisan KANJI ruwet.  Nekat karena saat itu bulan Pebruari,  saat WINTER, musim dingin.

Perjalanan dimulai dari kota Kyoto ke  kota Osaka. Dari pelabuhan NANKO Osaka (NANKO International Ferry Terminal), naik kapal Ferry 'SUNFLOWER'  ke Pulau KYUSHU.  Harga Ticket Ferry kelas ekonomi 5000 Yen, termasuk ticket sepeda motor di geladak bawah. Menginap semalam di atas kapal. Karena kelas ekonomi, tidurnya pun  di lantai ber-ramai2 dg penumpang2 lain. Kebanyakan pasangan muda-mudi Jepang. Karena mereka 'kere' miskin seperti Komang Jepang. Jadi kayak 'camping' di atas kapal.  Bangun pagi menonton DOLPHIN Lumba-lumba me-loncat2 di atas ombak.


Sampai di pelabuhan MOJI PORT, Pulau Kyushu, perjalanan dilanjutkan dg sepeda motor ke KITAKYUSHU lalu ke ibukota FUKUOKA.  Melewati kota2 pelabuhan OITA, BEPPU  dan YUFUIN.  Banyak terdapat ONSEN ( pemandian air panas  atau hot spring dg sumber air panas alami belerang). Pulau Kyushu adalah pulau VUL:KANIS sehingga banyak terdapat sumber mata air panas belerang.

Jalan menanjak ber-liku ke arah gunung.  Angin dingin membuat tangan Komang Jepang kesemutan hingga harus sering2 berhenti istirahat sambil ngecek kondisi mesin sepeda motor yg overheat kepanasan.  
Sampai di daerah KOMEZUKA jalan  pegunungan jadi 'mengerikan' dg jurang  di satu tepi  dan padang rumput  di tepi lain. 

Berhubung saat winter musim dingin, maka padang rumput pun bukan hijau tapi kuning keemasan . 4 Jam kemudian sampai di Gunung ASO (1592m). Gunung Aso atau Aso-san adalah bagian dari Aso-Kuju National Park di KUMAMOTO Prefektur.  


Kawah Gunung ASO masih aktip dg kaldera berdiameter 24 km.  Konon termasuk yg terluas dan terindah di dunia.  Sedemikian  luasnya hingga di sekitar kaldera terdapat kota kecil Aso City berpenduduk 50.000 orang dg jalan raya dan jalan KA.  Kaldera luas Gunung Aso terjadi akibat 4 x letusan gunung berapi sekitar 100.000 - 300.000 tahun lalu. Karena kemalaman, Komang Jepang menginap di sebuah RYOKAN (penginapan tradisional) dg pemandian air panas onsen terbuka dan pemandangan alam gunung.  Sekitar 8000 Yen per-malam

Setelah jalan2 putar2 seharian, tiba waktunya untuk turun gunung. Liburan telah berakhir.  Komang Jepang mesti pulang, mesti kerja keras lagi............  



Rabu, 28 Maret 2012

Naik Gunung Fuji



Kalau ingin 'menggapai' langit naiklah puncak gunung yg tinggi. Sebab itu Komang Jepang mendaki Gunung FUJI ( 3776m ) di daerah Shizuoka.  Komang Jepang naik bis ke Shizuoka sampai di GO-GOME ( Pos ke-5 ) di lereng Gunung Fuji. 
Dari Go-Gome pendakian dilakukan malam hari lewat route KAWAGUCHIKO, salah satu dari 5 route pendakian yg ada. Saking banyaknya pendaki yg datang dari berbagai negara, malam yg gelap jadi terang oleh sinar lampu senter para pendaki. Udara dingin sekali. 
Lereng lumayan terjal terdiri dari batu karang merah. Konon beruang liar kadang2 terlihat berkeliaran. Terdapat beberapa penginapan model 'cabin' di lereng gunung. Perlu 6 jam mendaki sampai puncak. 
Sampai di puncak jam 4 pagi, cukup waktu melihat sunrise Gunung Fuji yg disebut 'GORAIKO'. Di puncak ada crater kawah yg luas. Dan anehnya ada 'warung' mie udong Jepang yg dipenuhi para pendaki yg kelaparan dan kedinginan. 




Pemandangan dari puncak lumayan indah. Awan dan kabut terlihat di bawah, jadi seperti ada di 'Negeri Di Awan'.
Setelah bosan mondar-mandir di puncak, tiba waktunya untuk turun. 
Komang Jepang garuk2 kepala. Kenapa repot2 naik gunung kalau akhirnya mesti turun lagi?...............................










Minggu, 18 Maret 2012

Monster Laba2 Hamil di Roppongi

Hari Minggu lalu Komang Jepang jalan2 ke Minato-ku, Tokyo.  Ke kawasan ROPPONGI HILLS  
Keluar gedung Mori Tower, Komang Jepang terkejut,  ada monster Laba2 raksasa setinggi 10 (sepuluh) meter berdiri mengangkang.  Nyaris saja Komang Jepang mengambil sapu meng-gebuk laba2 nyelonong ini.
Terletak di ROKU ROKU PLAZA, patung perunggu ber-judul 'MAMAN' ( = ibu ) ini adalah karya seni seniman kontroversial Perancis Louise Bourgeois.  Louise Bourgeois adalah seniman wanita kelahiran Paris dibesarkan di New York. 
Patung laba2 raksasa 10 meter ini lagi 'hamil' mengandung puluhan 'telor' dalam perutnya.  Kayaknya merupakan ekspresi pribadi tentang figur ibu dari si pematung.  Mungkin masa kanak2nya kurang bahagia. Konon patung raksasa ini telah keliling dunia dipamerkan di banyak negara.  
Komang Jepang geleng2 kepala tak habis pikir bagaimana repotnya membungkus dan mengirim patung setinggi 10 m keliling2 bumi. Tapi memang seni itu universal dan tak ternilai......... 

Jumat, 16 Maret 2012

Mori Art Museum

Mori Art Museum, Roppongi, Tokyo
Komang Jepang tidak pintar matematika tapi ia tahu bahwa seni bisa sejukkan dunia. Sebab seni itu sebagian dari denyut hati nurani manusia.  Jembatan antara imajinasi dan realitas. Melampaui batas ruang dan waktu. 
Lewat seni manusia bisa sejenak kembali ke masa kecil, melihat dunia dari sisi lain. Dengan kejujuran dan tanpa prasangka.
Sebab itu Komang Jepang suka jalan2 ke museum2 seni yg ada di kota Tokyo. 
Hari Minggu lalu ia ke MORI ART MUSEUM  Museum seni kontemporer atau seni konseptual untuk seniman2 avant-garde internasional. Terletak di lantai 53 gedung MORI TOWER di kawasan Roppongi Hills . Tokyo
Museum ini ber-konsep modern dg fasilitas audio-video mutakhir. Memiliki program2 Proyek Seni / Art Project  dan program Membership. Dilengkapi toko buku seni, cafe seni dan ruang seminar.  Tiket masuknya 1500 yen per-orang disertai diskon untuk pelajar.

Sabtu, 11 Februari 2012

Mt. TAKAO : Gadis Gunung

YAMAGYAARU,  Drawing  60x40cm 2011  @  Nyoman Yudhanegara


Komang Jepang suka naik turun gunung.  Ia pernah ke puncak Gunung Agung di Bali, Gunung Bromo di Jawa dan puncak Gunung Rinjani di Lombok. Jadi di Tokyo pun ia naik2 gunung. Akhir2 ini ada trend baru di Tokyo.  Banyak gadis ramai2 naik gunung di akhir minggu.  Jadi bukan je je es shopping fashion ngerumpi di mall Harajuku, tapi ke luar kota hiking mendaki gunung sekitar Tokyo. 
Mereka disebut YAMAGYAARU (Yama Girl = Gadis Gunung).  Namanya gadis Tokyo maka waktu naik gunung pun mereka mikirin fashion dan aksesori hiking  yg trendi punya.  Komang Jepang pun jadi lebih rajin mendaki gunung sambil nonton YAMAGYAARU yg manis2 fashionable itu.


                                   
                 

Baru2 ini ia hiking ke gunung TAKAO (Mt.Takao).  1, 5 jam dg sepeda motor dari kota Tokyo ke arah kota kecil HACHIOJI.   Mt. Takao tidak tinggi (Elev.600m) tapi cantik sejuk dg hutan hijau, sungai2 kecil, air terjun, flora dan fauna. Terletak dlm Taman Nasional Takao (Meiji No Mori Quasi Takao National Park). Ada 8 rute pendakian dg pemandangan alam yg berbeda.
Sama seperti di Bali, di Jepang semua gunung disucikan. Selalu ada Kuil Shinto Buddha di kaki gunung.  Jadi sebelum naik mendaki, Komang Jepang mesti sembahyang di kuil dulu minta permisi pada 'penunggu' gunung agar selamat tidak kualat. 
Mt.Takao Tidak jauh dari kota Tokyo, sehingga banyak dikunjungi penduduk kota Tokyo yg bosan suasana kota (2,5 juta orang/tahun) .  Termasuk 'yamagyaaru' gadis2 gunung............. 

Rabu, 08 Februari 2012

Pulau HOKKAIDO : Orang AINU

NIPOPO, Drawing 60x40cm, 2006   @ Nyoman Yudhanegara
NIPOPO,  Jimat Boneka Kayu AINU (Perempuan)
NIPOPO, Jimat Boneka Kayu AINU (Laki2 x Perempuan)


Komang Jepang tidak cuma sibuk bekerja.  Meski amat jarang (karena miskin), sekali2 ia  jalan2 juga. Sebab sebetulnya ia orang yg agak2 nyeni macam seniman yg senang jalan gitu. 
Beberapa waktu lalu ia jalan2 ke pulau HOKKAIDO di Jepang Utara.  Hokkaido terletak di utara dekat Rusia. Alamnya indah dengan HATAKE (=ladang), sayur, kentang, anggur  dan BOKUJO (=Farm/Ranch) peternakan sapi dan kuda yg luas ber-hektar2.   Di musim dingin salju turun ber-tumpuk2 tinggi 3 meter, temperatur minus 10 derajat.  Ibukotanya SAPPORO dg bandara Chitose Airport

Komang Jepang pergi ke daerah pegunungan dan bertemu dg penduduk asli pulau Hokkaido yg disebut orang AINU.  Berbeda dg orang Jepang yg keturunan MONGOLOID, orang Ainu  termasuk rumpun  bangsa POLINESIA yg bermigrasi dari daratan Asia Tenggara di jaman pra-sejarah.  Mereka penduduk Jepang pertama sebelum kedatangan orang Jepang sekarang yg datang dari Asia Selatan.  Kepercayaannya ANIMISME - mempercayai adanya roh yg hidup di gunung, sungai, batu2 besar atau pohon2 besar.  Bagi orang Ainu binatang tertentu terutama beruang adalah dewa yg dikeramatkan.   

Komang Jepang takjub melihat patung2 ukiran orang Ainu.  Orang Ainu juga membuat patung TOTEM berukir sebagai pemujaan pada dewa mereka.  
Lewat omong2 di sebuah warung kopi AINU, Komang Jepang tahu bahwa bangsa AINU mendapat perlakuan diskriminatip dari Pemerintah Jepang. Aktivis organisasi orang2 AINU menuntut hak atas tanah dan budaya AINU.  
Komang Jepang yg sok nyeni tak lupa mencuri, eh, membawa pulang ukiran OMAMORI (=jimat / amulet) boneka kayu AINU yg disebut NIPOPO yg lucu imut2, sebagai pengingat pertemuannya dg teman2 barunya suku pribumi penduduk asli Jepang........