Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Tokyo24Jam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokyo24Jam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

Badai Salju




Winter.  Musim dingin lagi. Komang Jepang kedinginan lagi. Suhu mencapai 4 derajat C. Kadang2 masih ditambah hujan angin. Jadi ber- lipat2 dinginnya. Belum lagi salju turun ber-tumpuk2. Memang indah sih salju yg baru turun putih lembut bak bola kapas jatuh ditiup angin. Tapi kalau seharian hujan salju ditambah angin kencang maka aktipitas terganggu roda kehidupan terhenti. 

Seperti hari ini. Di tempat kerja Komang Jepang pekerjaan dihentikan akibat badai salju. Maklum kerja lapangan rentan terhadap cuaca. Juga ada pertimbangan keselamatan kerja. Lalu Komang Jepang mesti pulang kerja naik bis. Sebab Kereta Api stop tak beroperasi akibat salju tebal. Route bis pun terbatas.  Ngaret ter-sendat2.  Pantat bis megol2 selip di atas salju tebal sehingga roda bis dipasangi rantai besi anti selip. 

Akhirnya Komang Jepang nekat berjalan kaki di tengah badai salju. Tentu ada ramalan cuaca sehari sebelumnya termasuk ramalan badai salju. Jadi Komang Jepang sudah siap dg jas hujan,  topi wool hangat serta sarung tangan.  Jadi tinggal menikmati 'jalan-jalan' di-tengah badai salju sekitar 1 jam sampai rumah.
    

Jumat, 03 Agustus 2012

NECCUSHO Overheat


Di Tokyo ini susah juga. Waktu WINTER musim dingin, dingin sekali sampai 4 derajat. Tapi waktu SUMMER musim panas seperti sekarang, panasnya gak ketulungan.  
Sampai2 banyak orang terutama orang2 tua diangkut ambulans karena semaput pingsan akibat NECCUSHO (= Overheat). Bahkan sampai meninggal dunia.

Hari ini di tempat kerja Komang Jepang temperatur mencapai 43 derajat. Jadi mulai  meringis2 sempoyongan kayak anjing kehausan. Apalagi kerja Komang Jepang  'outdoor' ber-panas2 di luar.  Nyaris meleleh kepanasan.
Keringat membanjir kepala senut2.  Banyak2 minum air kalau tak mau terkapar. 
Komang Jepang juga banyak makan asinan UMEBOSHI (=Japanese Plum) dengan nasi.  Rasanya asem2 asin aujubilah.  Tapi perlu untuk mengganti garam mineral yg hanyut bersama keringat.

Minggu, 27 Mei 2012

Makanan Burung Tokyo


Akibat musibah gempa bumi, tsunami dan radiasi Reaktor Nuklir Jepang, pasti telah terjadi pencemaran alam. Untuk menjaga kesehatan Komang Jepang rutin makan DRY FRUITS dan DRY NUTS (=buah2an  dan biji kacang2an yg dikeringkan). Konon proses pengeringan alami tanpa bahan pengawet buatan membuat kandungan gizinya meningkat. Selain itu mudah dikonsumsi kapan saja karena telah kering diawetkan. 

Dry Fruits dan Dry Nuts ini diantaranya buah Blueberry, Dates (=Kurma), Fig (=Ichijiku), kacang Almond, Macademia Nuts, dll.  Biasanya produk impor dari Turki atau Eropa Tengah. Dibeli online lewat internet. Karena kerja Pos Jepang KURONEKO Yamato (=Kucing Hitam) efisien, paket diterima di rumah kurang dari 24 jam. Akibatnya kamar apartemen Komang Jepang mirip kandang burung penuh makanan biji2an kacang2an kering.

Minggu, 15 April 2012

Nasi Bento

'BENTO' makan siang Komang Jepang


Saat jam istirahat makan siang di tempat kerja, Komang Jepang makan bekal makan siang yg disebut 'BENTO'. Semacam 'Nasi Campur' tapi cara penyajiannya di-pisah2 bukan dicampur. Bentuknya macam2. Biasanya 'bento' dari 'BENTOYA-SAN' (=perusahaan Jasa Catering). Tapi ada pula yg membeli 'bento' di "KONBINI' (=Convinience Store/Mini Market Jepang), semacam 'Nasi Bungkus' tapi dibungkus plastik bukan daun pisang. Ada juga yg membawa bekal 'bento' dari rumah dg makanan kesukaan yg dimasak sendiri.
Karena Komang Jepang tak mau repot dan ingin praktis, ia makan 'bento' dari Jasa Catering yg disiapkan perusahaan.  Murah, seharga 350 yen. Dan irit karena harganya tetap dan dibayar dari potongan gaji bulanan. 
Rasa makanannya tentu rasa 'Jepang'. Tidak seperti kalau bawa bekal dari rumah dg makanan enak kesukaan masing2. Tapi makanannya sehat dan bervariasi.  Terdiri dari nasi putih beras pulen Jepang, sayur, ikan, 'tsukemono' ('acar' ala Jepang), kacang2an, dan 'miso siru' (sup miso) hangat.  Dimakan dg sumpit.
Tapi tak masalah buat Komang Jepang karena ia 'anak kolong' terbiasa merantau hidup sederhana, bisa 'makan apa saja'. Karena bekerja berat, perut jadi amat lapar, makanan apapun jadi terasa enak. Apalagi dimakan diluar dibawah langit biru mirip 'piknik'. Apalagi kalau dimakan dg rasa syukur pada Sang Pencipta................

Minggu, 25 Maret 2012

Selamat Tahun Baru Caka 1934 : Nyepi Itu Indah

Hari Sabtu kemarin adalah hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1934. Karena hidup di negeri orang, kondisi Komang Jepang berbeda. Sulit untuk melakukan CATUR BRATA penyepian.
AMATI LELANGUNAN dan AMATI GENI  masih 'bisa' karena Komang Jepang tidak merokok. Tapi tidak bisa AMATI LELUNGAAN dan AMATI KARYA, tidak keluar rumah atau mogok kerja. 
Bisa dipecat SACHO (=Boss Jepang) dan jadi pengangguran, isteri dan keluarga terlantar.
Walau sebenarnya Catur Brata penyepian itu hanya makna simbolis. Agar mematikan 'api' hawa napsu, tak plesiran berfoya2, tak mencari hiburan tak pantas dan mengurangi aktivitas tak perlu.  Serta upaya penghematan.  Sebab dengar2 Nyepi tahun ini negara Indonesia hemat listrik sebesar 4 Milyar dlm 1 hari Nyepi. ( meski kalah 'hebat' korupsi trilyunan per koruptor)
Hindu itu universal dan toleran.  Punya hukum DESA-KALA-PATRA. Tergantung tempat, waktu, dan situasi. 

Jadi meski tetap bekerja, Komang Jepang berusaha melakukan puasa 1 hari, tidak makan tidak minum. Sebab konon puasa adalah pembersihan badan dan mental.  'Pengosongan jiwa dan raga' agar tercapai sepi hening jiwa dan membuka pintu 'dialog spiritual' (kata Mpu Gede Bogbog Sakti Naga Geni 414, guru 'spiritual gendeng' Komang Jepang di Bali). 
Karena sambil bekerja berat, sibuk2 ramai2, maka puasanya menjadi lebih berat. 
Tapi karena itu menjadi lebih bermakna. Sebab kadang2 sepi yg paling sepi itu adalah sepi dalam keramaian..............  

Senin, 19 Maret 2012

Sepeda Motor Antik


5 Tahun Komang Jepang tinggal di kota Kyoto.  Karena tinggal di kota kecil, maka transportasi dan 'logistik; sedikit susah. Sebab itu ia ikut SHIKEN (= ujian mengemudi) hingga dapat SIM Jepang untuk Sepeda Motor 400cc.  3 x ujian baru bisa lulus, karena ujian SIM Jepang amat ketat.  
Lalu ia membeli sebuah Sepeda Motor bekas merk HONDA Customized (= modifikasi) berkapasitas mesin 125cc. Beli online di internet sekitar 100.000 yen. Penjualnya sebuah bengkel motor modifikasi di kota Osaka.  
Kini meski pindah menetap di kota TOKYO, sepeda motor 'antik' ini masih setia menemani. Meskipun beli murah, mesinnya bandel jarang rusak. Paling2 ganti ban, accu batere, kanpas rem.  Juga ganti spion dan handle rem yg patah akibat men-'cium' trotoir.
Baru2 ini rantai (cam chain) putus di tengah jalan akibat 'diperkosa' Komang Jepang .yg suka ngebut ngawur.  Beberapa kali jatuh dari sepeda motor ini pun  dialami Komang Jepang akibat selip di jalan bersalju. Sakitnya lumayan dan harus ke klinik 'orthopedi'  akibat cedera tulang kering.
Walaupun motor tua karatan dan suara mesinnya ribut 'krosokan', tapi pernah dibawa Komang Jepang berkelana, 'touring' dari kota KYOTO, ke Kota OSAKA, Kota KOBE, sampai  ke Pulau Kyushunaik ferry, naik Gunung Mount Asoke kota Fukuoka .
Di kota Tokyo, sepeda motor antik ini dipakai Komang Jepang ke tempat kerja, mengantar 'Si Manis' jalan2, belanja dan  piknik ke Gunung TAKAO-san di luar kota Tokyo. 
     

Minggu, 18 Maret 2012

LIGHT MY FIRE Hidupkan Api

Sabtu kemarin cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan angin dari pagi sampai malam dan temperatur 5 derajat. Pekerjaan Komang Jepang adalah kerja lapangan di udara terbuka. 
Pulang kerja, kehujanan seharian, Komang Jepang menggigil kedinginan, basah kesemutan, capek dan lapar. 
Sampai di apartemen langsung berendam di 'OFURO' (= bak mandi air panas model Jepang). Usai makan malam duduk berdiang di depan api.  Karena hidup di kota, bukan api unggun kayu bakar, tapi api otomatis dari 'STOBU' (= Stove/ alat pemanas ber-bahan bakar minyak tanah). 
Saat musim dingin WINTER, maka Stove alat pemanas ini selalu menjadi sahabat yg menghidupkan 'api' Komang Jepang yg nyaris padam dihembus udara dingin. Di atas Stove ini bisa disimpan teko/pot utk merebus air atau panci masak atau bakar2 ubi (dibungkus aluminium foil).  Berdiang sambil makan2.
Perut kenyang badan hangat didampingi orang terkasih, Komang Jepang merasa bahagia. Kebahagiaan yg sederhana tak perlu macam2 njelimet apalagi neko2......... ...............z z z z z z z z z z z z

Senin, 05 Maret 2012

Obat Sarap Kejepit

OBAT Anti Sarap Kejepit
Kerja berat banting tulang tiap hari di musim dingin, membuat Komang Jepang sakit nyeri linu2 di sendi bahu kanan 1 bulan tak sembuh2. 
Kebetulan 'anak buah' Komang Jepang di tempat kerja yg orang Jepang memberi obat salep MADE IN JAPAN.  Bahan obatnya dari minyak pohon EUCALYPTUS. Obat oles manjur tokcer untuk sakit MUSCLE PAIN nyeri otot dan NEURALGIA sarap kejepit......

Minggu, 04 Maret 2012

Jadi Teroris Di Tokyo

                         
                                   Komang Jepang TERORIS, Tokyo, Winter 2012
Minyak Tanah di GASOLIN SUTANDO Pompa Bensin.Tokyo
'STOBU'  Stove / Heater pemanas  Jepang
Komang Jepang hidup sederhana di Tokyo.  Sewa apartement-nya  55.000 yen per bulan (biasanya teman2 se-tanah air sewa apartemennya 75.000 - 100.000 yen per bulan).
Murah karena tanpa Air Conditioning (AC) dan jauh dari stasiun KA.  
Karena tanpa AC, saat musim dingin seperti sekarang Komang Jepang harus pakai 'STOBU' (=Stove / heater pemanas ruangan Jepang) agar tak mati kedinginan.  Bahan bakarnya 'SEKIYU' (=minyak tanah/kerosene). 
Setiap kali minyak tanah habis, ia harus membeli lagi di 'GASOLIN SUTANDO' (=Pompa Bensin Jepang).  Naik sepeda motor dengan 'jerigen' wadah minyak tanah diikat di atas tanki bensin sepeda motor HONDA-nya.  
Mirip TERORIS Irak yg siap ber-JIBAKU bom bunuh diri dg kendaraan. Lumayan berbahaya dan amat 'mencurigakan'.  Kalau ketahuan bisa ditangkap Polisi Patroli Tokyo.  Sebab membawa bahan berbahaya dg cara illegal. 
Belum lagi cuaca dingin 5 derrrrajat. Tapi Komang Jepang cuek saja, sebab hidup irit memang perlu perjuangan.....................

Kamis, 01 Maret 2012

Jayaprana (Sungguh2) Cinta Layonsari

I JAYAPRANA DAN NI LAYONSARI, Drawing 60x40cm,  2012 @ Nyoman Yudhanegara

Sepanjang hari ini kepala Komang Jepang dipenuhi pikiran tentang CINTA.
Cinta itu seringkali datang tiba2 seperti maling. Bentuknya bulat tak berujung tak berpangkal. Kadang geometris menjadi cinta segitiga ruwet runyam. .
Kata orang cinta itu anugerah mendatangkan surga. Tapi kadang menjadi neraka penjara hati.  Demi cinta manusia berlari, mencuri, berperang. Karena cinta dunia tersenyum. Cinta juga menjadi tragedi. 
Seperti cinta I JAYAPRANA dan Ni LAYONSARI dalam cerita BABAD BALI.  Cinta mereka berakhir di ujung keris. Karena Raja KALIANGET di Buleleng menginginkan Ni Layonsari. Sampai rela minitahkan pembunuhan berencana atas I Jayaprana, yg adalah anak pungut dan Senapati setianya.  Sementara Patih Sawunggaling lebih mencintai tugasnya daripada hatinuraninya. 
Atau semuanya cuma napsu karena kata orang semua manusia cuma mencintai dirinya sendiri ............................
      

Jumat, 10 Februari 2012

Kuda Besi

'KUDA BESI'  Komang Jepang
KOBOI KUDA BESI, Drawing 60x40cm, 2011 @ Nyoman Yudhanegara


Di tempat kerjanya di Tokyo, Komang Jepang bekerja naik 'kuda' sepanjang  hari.  Kudanya dari besi. 'Kuda Besi'.  Sebelumnya Komang Jepang mesti ke sekolah, latihan, ujian.  Lulus, dapat SIM (Surat Ijin Menunggang) baru bisa naik 'kuda besi' dan tidak kena tilang pak Polisi Kuda Jepang yg galak2. 
'Kuda besi' makanannya juga  besi.  Ngangkutin besi2, dibawa kesana dibawa kemari. Hilir mudik sibuk2 dari pagi sampai sore.  Begitu setiap hari. Pagi2 baru mulai 'Kuda Besi' larinya pelan ogah2an sebab belum panas. Siangan dikit larinya jadi kencang numbrag nendang2  zig-zag ngepot2.  Waktu kerja lembur malam 'Kuda Besi' dipasangin 'lampu strongking' biar bisa melihat dalam kegelapan  kagak seradak seruduk nabrak2 .........

Minggu, 15 Januari 2012

Densha Otoko 1 : CHIKAN

Stasiun Shibuya Eki, Tokyo
Di kota Tokyo Komang Jepang mendengar kisah binatang misterius menyeramkan bernama 'CHIKAN'. Misterius karena sulit dijelaskan bentuknya. Mengerikan karena bisa merubah hidup seseorang. Makhluk 'CHIKAN' hidup di dalam DENSHA (Kereta Api Commuter Jepang). Namanya kota besar, maka kereta api kota penuh sesak dijubeli penumpang macam ikan pindang di pasar Ubud. Ketika laki2 perempuan, tua muda ber-himpit2an saling jepit dalam gerbong KA yg sempit, maka berbagai 'peristiwa' bisa terjadi. Mencari kesempatan dalam kesempitan. Maka muncullah pria2 kesepian yg iseng raba2 gadis muda di sebelahnya yg kebetulan berpakaian seksi. 


Biasanya akan didiamkan gadis korban karena takut atau malu atau senang di-raba2 begitu (kalau teknik raba2nya lumayan). Tapi kadang2, entah dongkol di-pegang2 macam barang murahan, si korban akan berteriak merdu "CHIKAAAAN!!!" sambil menunjuk hidung belang  laki2 peng-grepe-nya.  Lalu jemarinya yg lentik merah jambu lincah me-mencet tombol2 ponsel ditangannya memanggil KEISATSU (Polisi Jepang). Saat pintu kereta api membuka di setasiun berikut, laki2 pe-raba2 apes ini akan disambut hangat pak Polisi Jepang. Lalu digelandang ke 'KOBAN' (Pos Polisi Jepang) untuk belajar lagi teknik raba2 yg yahud, eh salah, untuk di-interogasi maksudnya. 


Jika terbukti dan ada saksi atau ter-rekam Kamera Pemantau CCTV, bisa ke pengadilan, di-vonis, masuk 'KEMUSHO' (Penjara Jepang), masuk koran, malu2in keluarga. Masa depannya suram.  Konon ada gadis2 yg entah stress patah hati membenci lelaki sengaja berpakaian seksi dalam kereta api penuh sesak lalu tanpa alasan berteriak "CHIKAAAN!!" menunjuk sembarang laki2 tak berdosa di sebelahnya lalu menelpon Polisi. Alangkah seramnya. Sejak itu Komang Jepang yg mata keranjang suka lihat2 yg mulus2 di kereta api jadi lebih waspada pasang kuda2. Jika ada gadis seksi mendekat di sebelahnya, kedua tangan dekilnya akan di naikkan tinggi2 ke atas lalu pura2 cuek ...................  

Selasa, 27 Desember 2011

Sepur Super

Tokyo JR Station
Pagi ini Komang Jepang panik 'kepupungan' terlambat bangun gara2 jam beker yg biasanya rajin berkokok dg penuh semangat, tumben tak ada suaranya alias tidur. Entah karena mogok kerja macam pegawai FREEPORT Timika atau lupa di-'on' kan. Akhirnya Komang Jepang mesti ter-birit2 ngos2an berlari 20 menit-an ke setasiun kereta api  JR (Japan Railways) Nambu Line. Sampai di peron setasiun langsung loncat masuk gerbong KA,  nyaris mampus kejepit pintu kereta yg mulai menutup. Mirip Jackie Chen di film RUSH HOUR. 


Udara musim dingin 8 derajat tapi keringat mengucur deras di dahinya yg mengkilap, lubang hidung peseknya kembang kempis kurang oksigen. Maklum KA Jepang memang selalu tepat waktu dan merupakan alat transportasi utama Jepang. Jadi kalau lagi apes telat bangun pagi mesti rela jadi atlit lari olimpiade. KA Japan Railways termasuk yg paling efisien dan paling sibuk di dunia dg sistim jaringan NETWORK yg komplex dan rumit. Konon kereta api peluru 'bullet train' SHINKANSEN dlm setahunnya cuma telat 3-5 mnt. Komang Jepang yg terbiasa santai leha2 di Bali mesti kucing2an petak umpet saling intip dg sepur super Jepang ini.......................

Rabu, 07 Desember 2011

Daun Daun Kering

Shibuya, Desember 2011
HIdup di negeri 4 musim memang repot. Apalagi saat WINTER musim dingin di bulan Desember hingga Pebruari seperti sekarang. Komang Jepang bingung sendiri loncat2 di tempat karena kedinginan. Orang2 berjalan terlihat menjadi kecil terbungkuk sebab kedinginan walau berbaju tebal2. Jalan mereka cepat sebab ingin segera masuk ke dalam gedung yg hangat. Tapi perempuan2nya terlihat cantik sebab kulitnya yg putih pucat jadi bersemu merah jambu karena udara dingin. Kucing2 liar tak kelihatan lagi, berlindung entah dimana. 


Pohon2 daunnya meranggas rontok kering kerontang kedinginan. Namun dibalik itu ada pemandangan indah saat daun2 hijau mulai menjadi merah. Komang Jepang takjub daun2 benar2 berwarna merah terang membuat dunia menjadi kemerahan. Warna trend Winter Fashion pun menjadi warna2 tanah serba merah coklat.  Daun2 merah menjadi kuning, coklat hingga jatuh dihembus angin dingin.  Daun2 tua jatuh di musim gugur lalu tumbuh tunas2 muda baru di musim semi. Bagai sebuah drama kehidupan. Komang Jepang mengusap matanya. Alam tak pernah terasa sedekat ini. ............    

Minggu, 04 Desember 2011

Metropolis

Shibuya, Tokyo 
Setelah 4 tahun hidup di Kota Kyoto, 3 tahun terakhir ini Komang Jepang menetap di ibukota Tokyo. Kalau waktu di Kyoto ia hidup adem di kota kecil dg kultur tradisi Jepang dg kuil2 agama Shinto, upacara2 festival MATSURI, sawah2, kebun bambu kebun teh di bukit, maka di kota metropolis Tokyo dg ber-ragam manusia dari berbagai bangsa, hidupnya menjadi hingar bingar ramai. 


Tapi Komang Jepang cuek saja sebab cukup sudah baginya melihat kilau bintang2 saat terang bulan di kota kecil dan tiba waktunya menikmati gemerlapnya lampu ibukota, lantai dinding mall yg ber-kilap2. Sama mengkilapnya dg dengkul perempuan2 kota yg trendi dg parfum menyengat, sepatu hak tinggi dan rambut di cat kuning merah hijau...............