Cari Blog Ini

Kamis, 26 Juli 2012

CAMPING di Gunung 1 : Mt. Tsubakuro, Nagano


Kebetulan ada libur 2 hari, Komang Jepang naik gunung. Mendaki Mt. TSUBAKURO   (TSUBAKURODAKE), 2763 m, yang terletak di Azumino, Nagano Prefecture. 
Mt Tsubakuro adalah salah satu puncak dari Pegunungan Alpens Utara (NORTHERN ALPS atau disebut juga HIDA MOUNTAINS) yg dalam bahasa Jepang disebut KITA ARUPUSU  yang terletak di Azumino, Nagano Prefecture. 
NORTHERN ALPS adalah bagian dari JAPAN ALPS.  Japan Alps merupakan deretan pegunungan tinggi (2000-3000m) yg terletak di NAGANO  Prefecture, TOYAMA Prefecture, GIFU Prefecture, YAMANASHI Prefecture, hingga SHIZUOKA Prefecture. 

Perjalanan ditempuh 4 jam dg Kereta Api dari kota Tokyo ke Kota TACHIKAWA di Utara sampai di Kota MATSUMOTO, lalu dg bus sampai di kaki gunung Mt. Tsubakuro, Nagano Prefecture. 
Start mendaki jam 12 siang.  BACKPACK (Ransel Gunung) Komang Jepang lumayan berat berisi perlengkapan 'anak gunung'.  Termasuk Kompor GAS, makanan, botol air minum,  SLEEPING BAG dan TENT (Tenda ) untuk menginap di puncak 1 malam.

Sebenarnya cuaca sejuk dingin tapi karena lereng terjal badan jadi panas berkeringat. Sehari sebelumnya hujan turun sehingga medan menjadi basah berlumpur. Tapi pemandangannya indah dg hutan pohon cemara dan pohon SUGI (Japanese Cypress). Banyak bertemu rombongan pendaki lain. 

Memang akhir2 ini HIKING dan mendaki gunung sedang menjadi 'trend'. Apalagi mendekati musim panas. 
Di tengah perjalanan Komang Jepang menemukan mata air dan sungai kecil. Botol minuman yg sudah kosong bisa diisi penuh2 lagi. 

Sekitar 5 jam mendaki kemudian sampai di puncak. Sudah jam 5 sore. Di Puncak ada 'YAMA GOYA' (=MOUNTAIN HUT atau penginapan model 'barak' tentara) yg dinamakan ENZANSOU yg berusia hampir 100 tahun (6000 yen per-malam). Tapi Komang Jepang pendaki 'kere' tak punya uang, jadi harus CAMPING berkemah di luar. 

Jam 6 cuaca mulai gelap. Komang Jepang buru2 mendirikan TENT (tenda).  
CAMPING berkemah bersebelahan dg tenda pendaki2 muda Jepang.   Puncak bersalju dan cuaca amat dingin. Area camping tak terlalu luas sehingga tenda2 berhimpitan. Sebagian  didirikan di atas salju. 
Jam 7 masak makan malam dg Kompor GAS mini. Menu-nya 'supermie' Instant Jepang dan sup kare instant panas2.

Jam 8 malam hujan turun. Angin bertiup keras. Komang Jepang harus tidur dalam cuaca dingin hujan angin di puncak gunung. Beruntung ada SLEEPING BAG. Tenda pasangan muda mudi Jepang di sebelah sedikit 'ramai' dengan suara cekikikan mencurigakan. Lagi pada ngapain sih. 

Karena kecapekan, akhirnya Komang Jepang bisa tidur pulas.
Jam 4 pagi Komang Jepang terbangun kedinginan kelaparan. Masak Supermie Instant lagi. Habis makan perut kenyang, Komang Jepang 'mengintip' keluar kemah...........Langit cerah biru pupus semburat warna kuning keemasan matahari terbit.  SUNRISE!  Komang Jepang duduk nongkrongin matahari terbit sambil mengkhayal..........
Pemandangan di puncak sangat indah dengan latar belakang puncak Mt. YARI.  
Mt. TSUBAKURODAKE merupakan  'pintu masuk' ke Pegunungan Alpen Jepang ( JAPAN ALPS). Route pendakian dari Mt. TSUBAKURO ke Mt YARI disebut OMOTEGINZA (=Main Street atau Jalan Utama).  Sebab merupakan route yg paling sering ditempuh untuk pendakian ke pegunungan JAPAN ALPS .
  
Setelah 1 jam 'patroli' sekitar puncak, Komang Jepang harus cepat2 turun gunung lagi agar tak ketinggalan bus pulang.  Sebab esok harinya harus kerja banting tulang lagi. 
'Turun gunung' sampai di bawah perut lapar lagi. Masak untuk makan siang. Menunya 'spaghetti'  mie Italia. Gampang. Rebus 5 mnt, tuangkan saos tomat, selesai. Mentang2 punya Kompor GAS Mini maunya masak mlulu.
'Toast' dengan ASAHI bir Jepang. 'Pesta' kecil merayakan 'kerja keras' 2 hari di gunung, sebelum pulang kembali ke 'peradaban'........ 


Corat - Coret Ngeres


Di sela2 'break' jam istirahat di tempat kerja di Tokyo, Komang Jepang sering 'kumat' melampiaskan napsu corat-coretnya. Tak ada kertas gambar, kertas karton bekas pun jadi.
Hari ini entah lagi stress atau lagi kesepian patah hati, gambarnya jadi sedikit 'ngeres'................     

Minggu, 24 Juni 2012

ORIGAMI 2 : Bangau Perdamaian SADAKO



Di Kota HIROSHIMA ada monumen patung perdamaian SADAKO.  Monumen berbentuk patung anak perempuan yg sedang memegang sebuah Bangau Kertas ORIGAMI (Crane Origami).
Sadako Sasaki adalah nama seorang anak perempuan korban Bom Atom Hiroshima. Thn 1945 saat kota Hiroshima di-Bom Atom, Sadako masih berusia 2 thn. Ia terlempar ke luar jendela rumahnya dan diselamatkan oleh ibunya.  8 thn kemudian ia menderita Kanker LEUKIMIA akibat RADIASI Bom Atom. 
Dokter memperkirakan hidupnya hanya tersisa 1 thn lagi. Tapi semangat hidupnya tak padam. Di Rumah Sakit ia bertekad membuat 1000 Bangau Kertas ORIGAMI selama sisa hidupnya.  Menurut kepercayaan Jepang, apabila membuat 1000 Bangau Kertas Origami, keinginan apapun akan terwujud. 
Bangau Kertas ORIGAMI

Di Jepang pasca Perang Dunia ke-2 kertas sulit didapat.  Tapi Sadako tak putus asa. Ia menggunakan apapun yg bisa didapatnya, termasuk kertas pembungkus obat, kertas2 bekas Rumah Sakit, dll. Kondisinya semakin memburuk. Beberapa hari setelah menyelesaikan Bangau Kertas Origami yg ke-1000, Sadako Sasaki meninggal dunia pd usia 12 thn.  
Kisah Sadako dan 1000 Bangau Kertas-nya tersebar dan menjadi inspirasi banyak orang.  Menjadi simbol Perdamaian. Bangau Kertas menjadi simbol untuk kampanye Anti Bom Nuklir  di seluruh dunia. Sehingga didirikan Monumen Perdamaian Patung Sadako dan Bangau Kertas-nya di kota Hiroshima. 
Di kaki patung tertulis kata2 : THIS IS OUR CRY. THIS IS OUR PRAYER. PEACE IN THE WORLD.  





ORIGAMI 1 : Patung Kertas

Patung Kertas ORIGAMI Burung, Katak, Kuda 

Bosan dan jenuh di-kejar2 kerjaan, Komang Jepang iseng bikin2 patung kertas ala Jepang yg disebut ORIGAMI.  Origami ( ORU= Melipat / To Fold,  KAMI= Kertas / Paper) adalah seni melipat selembar  kertas menjadi patung kertas 3 dimensi (tanpa menggunting atau mengelem).
Bangau CRANE ORIGAMI
Ratusan macam bentuk bisa dibuat dg hanya 1 lembar kertas Dari yg tradisional simpel sederhana sampai yg modern rumit dg teknik2 baru inovasi artis Origami Jepang. Tapi bentuk yg 'universal' mendunia adalah bentuk Bangau Kertas (CRANE ORIGAMI ). 

FLAPPING BIRD Kalau ekornya di-tarik2 sayapnya me-NGEPAK2
ACTION ORIGAMI menggunakan prinsip Energi KINETIK sehingga bisa ber-gerak atau melompat, misalnya FLAPPING BIRD ORIGAMI (Burung Mengepak Sayap) atau JUMPING FROG ORIGAMI (Katak Melompat).
ACTION ORIGAMI Jumping Frog : Kalau pantatnya dipencet melompat
MODUL ORIGAMI atau UNIT ORIGAMI dibuat dg menyatukan beberapa bentuk patung kertas menjadi Unit2 lalu digabung lagi menjadi Modul2 yg digabung menjadi 1 bentuk Konstruksi Patung Kertas rumit.
Kuda HORSE ORIGAMI Kalau ekornya diangkat bisa 'SALTO' jungkir balik
Prinsip2 ORIGAMI digunakan pula untuk Desain PACKAGING (Membungkus barang) dan Desain KONSTRUKSI atau ARSITEKTUR.  Desain PANEL Robot Satelit Luar angkasa Jepang konon menggunakan prinsip2 ORIGAMI.
Di sekolah2 Jepang anak2 diajari ORIGAMI karena bentuk2nya yg simpel melatih imajinasi. Juga melatih  kreativitas dan intelejensi sebab harus buat sendiri bukan dibelikan orang tua
Tapi untuk Komang Jepang, ORIGAMI itu SENI yg menghibur. Alat MEDITASI untuk menenangkan pikiran dan melupakan stress. Alat untuk ASAH OTAK karena dibuat berpikir.
Jadi kalau Komang Jepang lagi duduk2 bikin Patung2 ORIGAMI dari kertas bekas, itu artinya dia sedang ber-'kesenian', atau sedang stress atau sedang kurang kerjaan...........


DIAGRAM CARA MEMBUAT BANGAU KERTAS :

Diagram Instructions



1. Start with a square piece of paper, coloured side up.
Fold the top corner of the paper down to the bottom corner. Crease and open again. Then fold the paper in half sideways.
2. Turn the paper over to the white side.
Fold the paper in half, crease well and open, and then fold again in the other direction.

3. Using the creases you have made, Bring the top 3 corners of the model down to the bottom corner. Flatten model.

4. Fold top triangular flaps into the centre and unfold
5. Fold top of model downwards, crease well and unfold

6. Open the uppermost flap of the model, bringing it upwards and pressing the sides of the model inwards at the same time.
Flatten down, creasing well.

7. Turn model over and repeat Steps 4-6 on the other side.
8. Fold top flaps into the centre.

9. Repeat on other side, so your model looks like this.
10. Fold both ‘legs’ of model up, crease very well, then unfold.

11. Inside Reverse Fold the “legs” along the creases you just made.
12. Inside Reverse Fold one side to make a head, then fold down the wings

Minggu, 10 Juni 2012

Mt Takao 2 : FIRE-WALKING

FIRE-WALKING di Kuil YAKUOIN JINJA 
Ternyata FIRE DANCE tidak hanya ada di Bali saja.  Setiap tahun pada minggu kedua bulan Maret di Kuil YAKUOIN JINJA di Gunung TAKAO (599 m) diadakan 'ODALAN' upacara FIRE-WALKING atau 'berjalan di atas api'. Para Bhiksu pendeta SHINTO Buddha sekte SHINGON dg bertelanjang kaki berjalan di atas api suci sambil mengucap mantra2 untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.    
Kuil YAKUOIN JINJA,  Mt.Takao
Kuil YAKUOIN JINJA merupakan kuil agama SHINTO Buddha sekte SHINGON.  Dibangun pada th 744 oleh Kaisar SHOMU (AD 701-756) pada era NARA PERIOD ( AD 710-794). Jadi Kuil ini telah berumur 1268 tahun.
Kaisar SHOMU
Di pintu masuk Kuil terdapat patung penjaga yg disebut TENGGU ( = JIN Penjaga Gunung Jepang).
Patung TENGGU Jin Penunggu Gunung Jepang
Kuil YAKUOIN JINJA (Takao-san Yakuoin Yukiji Temple) terletak di kaki Gunung TAKAO (599 m) di daerah Takaomachi, HACHIOJI City, 50 km dari kota Tokyo. ACCESS : Dengan Kereta Api KEIO Line hingga TAKAO Station.   
TAKAO Station Keio Line



Minggu, 27 Mei 2012

Makanan Burung Tokyo


Akibat musibah gempa bumi, tsunami dan radiasi Reaktor Nuklir Jepang, pasti telah terjadi pencemaran alam. Untuk menjaga kesehatan Komang Jepang rutin makan DRY FRUITS dan DRY NUTS (=buah2an  dan biji kacang2an yg dikeringkan). Konon proses pengeringan alami tanpa bahan pengawet buatan membuat kandungan gizinya meningkat. Selain itu mudah dikonsumsi kapan saja karena telah kering diawetkan. 

Dry Fruits dan Dry Nuts ini diantaranya buah Blueberry, Dates (=Kurma), Fig (=Ichijiku), kacang Almond, Macademia Nuts, dll.  Biasanya produk impor dari Turki atau Eropa Tengah. Dibeli online lewat internet. Karena kerja Pos Jepang KURONEKO Yamato (=Kucing Hitam) efisien, paket diterima di rumah kurang dari 24 jam. Akibatnya kamar apartemen Komang Jepang mirip kandang burung penuh makanan biji2an kacang2an kering.

NATTO : Tempe Asli Jepang


Komang Jepang penggemar makanan TEMPE. Tapi di kota Tokyo tempe susah ditemukan. Harus order lewat internet. Atau ke restaurant Indonesia. Jadi Komang Jepang terpaksa makan 'tempe' asli Jepang.  Namanya 'NATTO'. Meskipun sama2 produk kedelai di-fermentasi,  bentuk dan rasanya 'lain'.

Baunya  pun lebih 'seru' . Mirip bau keju busuk atau bau kaus kaki Komang Jepang. Kalau di-aduk2 keluar 'benang' mirip sarang laba2. Perlu waktu 2 tahun bagi Komang Jepang menjadi terbiasa melahap NATTO. NATTO dimakan dg nasi dg bumbu soy sauce, mustard, bawang daun atau buah alpokat (avocado).  NATTO dimakan mentah2,  bukan digoreng.

Meskipun bentuk dan bau-nya kayak muntahan kucing, nutrisinya tinggi. Mengandung ANTIOXIDANT Vitamin E dan B2 yg meningkatkan metabolisme. Juga mengandung enzim NATTOKINASE yg menghindarkan penyumbatan pembuluh darah (BLOOD CLOTTING),  serangan jantung, stroke dan alzheimer (Riset Prof. Hiroyuki Sumi, Kurashiki University, 1980).  
Kandungan protein-nya tinggi, setara daging sapi tapi rendah kalori dan kolesterol.  Baik untuk diet. Mengandung LECITHIN yg menguraikan LDL Cholesterol. Juga mengandung FIBER pencegah diabetes dan konstipasi.  Serta mengandung CALCIUM pencegah osteoporosis (pengeroposan tulang). 
NATTO juga memiliki efek ANTIBIOTIK. Pada waktu Jepang dilanda wabah keracunan makanan akibat bakteri e-coli O-157 pada thn 1996, banyak orang mengkonsumsi NATTO 

Konon NATTO telah dimakan di Jepang sejak jaman JOMON PERIOD (10.000 - 300 BC). Kini NATTO diproduksi di pabrik modern dg bungkus packaging plastik polystyrene.  Tapi secara tradisional diproduksi dg cara dibungkus dg 'WARA' (=jerami atau batang padi) yg secara alami mengandung bakteri fermentasi BACILLUS SUBTILIS.
NATTO dalam bungkusan WARA (jerami batang padi)

Konon NATTO awalnya 'ditemukan' seorang prajurit penjaga kuda milik Jenderal Samurai  MInamoto No Yoshie yg sedang merebus kedelai untuk makanan kuda.  Karena ter-buru2 ngungsi akibat serangan musuh, rebusan kedelai dibungkus asal2an dg jerami padi dari kandang kuda, lalu terlupakan.  Saat teringat 3 minggu kemudian,  bungkusan jerami dibuka. Kedelai rebus telah menjadi kedelai busuk alias NATTO. 
Maklum jaman perang lagi pada kelaparan, kedelai busuk itu dimakan juga. Ternyata enak.
Jenderal Minamoto ikut mencicipi. Ternyata enak. Seluruh pasukan mencicipi. Ternyata enak. Akhirnya semua orang Jepang pada makan NATTO. Begitu ceritanya.